March 2012
3 posts
Entah #1
Angin malam meniupkan ingatan,
entah pada apa
Mungkin hanya sebuah perasaan
yang tak terdefinisikan
yang akan baik-baik saja
Bersama beranjaknya pagi
Memori #1
Kusesap udara malam
aromanya memenuhi rongga dadaku
meniupkan sejumput kerinduan
padamu, pada kita yang dulu
Cinta #1
Cinta tak pernah menuntut
tak memerlukan pertanyaan
pun jawaban
ia hanya punya keikhlasan
dan penghormatan
serta menyimpan semua dalam diam
February 2012
2 posts
Pedar
Apa yang ku tangisi? kebekuanmu? kepedihanku? atau kekecewaan yang diam-diam menyelusup? menyerpih bagai gelembung-gelembung sabun? melayang untuk kemudian pecah, menguap bersama angin?
Puisi Entah
wajah palsu senyum buatan kebaikan imitasi bertabur kata-kata manis semu Ah.. artifisial. Kosong. ada saat … ketika kawan menjadi lawan ketika kepunyaan menjadi ketiadaan saat raja menjadi hamba baru kau tahu.. rasanya
January 2012
3 posts
Kata
Kenangan masa lalu itu memang muncul kembali.
Kadang tak sengaja terucapkan, dan kemudian sadar bahwa semuanya berbeda.
Tak ada yang salah, pun tak perlu kata andai.
Hanya satu tanyaku,
pernahkah dalam masa dan waktu aku tak bersamamu, kau pernah mengingatku, walau mungkin hanya sekejab?
~9 September 2009
Tak Suka
tak suka melihat kemunafikan di bumi ini. Suara-suara dalam topeng kebaikan semu memamerkan keburukan di belakangnya. saling berkejaran memburu simpati yang kosong tanpa makna. masih adakah dan terus ada semua kebohongan itu. tapi akan selalu ada kebaikan sejati di tengah kehancuran sekalipun. wujudnya yang sendiri senantiasa menghangatkan, untuk diri yang lelah dan sepi. karena lakon tak pernah...
Bicara agama katamu
soal baik dan benar
pahala dan dosa
menyitir ayat suci tak pernah lupa
beribadat ritual selalu pertama
Tapi,
hatimu kotor
tanganmu berselimutkan lumpur
jiwamu tak terpuaskan
Entah, setan apa yang ada di kepala
Mungkin sebenarnya kau tak lagi punya jiwa
Hampa…
Mati
December 2011
1 post
Rindu
Mengapa manusia dianugerahi rasa rindu? Aku kira karena ruh manusia selalu berusaha mencari jiwa sejatinya, tempat bermula ia dihadirkan sebelum ia mewujud dalam bentuk daging, darah dan tulang.
Kerinduan pada sesuatu yang tak terungkap namun terasa dalam setiap detak dan aliran darah.
November 2011
4 posts
Larik Puisi #3
Hujan meniupkan kerinduan yang gigil, menderas menuju palung hatimu
Cinta itu kekasih, tak mengenal bentuk. Yang ia tahu, debar itu untukmu
Ada yang menggurat di sudut hati, saat langkah kita tak lagi satu
Angin berlari menerabas pucuk-pucuk daun, sisakan lembar daun berguguran, seperti aku yang kehilanganmu
Langit menggelap dan kerinduanku meriap bersama malam yang semakin pekat
Hujan tumpah...
Diam #2
Aku ingin bicara
berdua .. denganmu
tak perlu kata
hadirkan saja hatimu
cukup hatimu untukku sepenuhnya
tak kau dengarkah?
aku menunggumu…
Diam #1
….
….
….
Begitulah kita, hanya titik-titik
Kosong
Apa yang sedang aku perjuangkan?
Rasanya tak ada
sejak kau tak benar-benar menginginkanku
ah, aku salah
mungkin dulu
entah sekarang pun yang akan datang
October 2011
7 posts
Keluhku, Ibu
Kemarin aku menangis di pelukanmu, Ibu
menuang segala rasa yang tak lagi mampu kutahan
katamu aku tak boleh menyesali segalanya
katamu aku harus selalu tabah dan tegar
Namun dadaku sesak
Hatiku perih
Mengapa aku tak bisa memaafkan?
Mungkin luka itu sudah tak mampu lagi kubendung
Tentang Suatu Masa
Berapa lama waktu memisahkan kita? 20? 25 tahun? mungkin juga lebih.
Sungguh bukan waktu yang sebentar.
Sudut sekolah, jalan-jalan menuju pulang dan pergi serta wajah teman-teman dan keriangan masa kecil terkadang melintas dalam mimpi malam hari.
Ada masa di mana hati kita menjadi lebam. Terluka dan dilukai. Namun ada juga kenangan indah, manis, dan tak terlupakan.
Kita adalah kanak yang...
#4
Angin meniupkan daun-daun, menerbangkan kelopak bunga, jatuh di pelukmu. Kau pungutkah? Itu rindu yang membuncah.
#3
Langit makin menggelap. Bintang-bintang bertaburan. Kelak, di bagian semesta manakah kita akan bertemu?
di sudut hening
Suara adzan memecah kehampaan ruang
Jalanan sepi
Lampu-lampu dinyalakan
Malam bertambah kelam
Sepi dan getir meringkupi
Silih berganti
#2
Telah lama kuredam angan
hingga tak lagi nyata
samar mengabu
Sunyi dan hening
#1
sehelai daun mengabu, jatuh dari pucuk di ranting pohon
sisakan hampa di ujung senja
September 2011
1 post
2 tags
August 2011
6 posts
Cinta hanya membutuhkan sedikit perhatian
Maka kita ciptakan jarak
tak saling ingin mengganggu
hanya memandang dalam kejauhan
sebab kita tak ingin saling melukai
Dan hanya menyimpan semua kata, dalam diam
4 tags
Cinta adalah pemberian-Nya, maka nikmati saja. Bukankah Tuhan memberi keindahan itu untuk menguji ketabahan kita?
Pada kebisuan kita bertahan, berharap tak lagi saling melukai.
July 2011
2 posts
Cinta
embun yang jatuh di dedaunan
kelopak bunga yang bermekaran
kupu dan sayap warna-warninya
ulat yang menggeliat di dedauanan
dan matahari yang hangat
segalanya mengalirkan cinta
9 Juni 2011
Rahasia
Di suatu masa, bintang besar meledak, menumpahkan isi perutnya ke angkasa.
Ada aku, melayang-layang bersama serpihan lainnya.
Dan, di sinilah aku sekarang
Masih menyimpan kerinduan, pada bintang dan semesta
Pada segala rahasia hari dan malam
Pada yang tersembunyi
8 Juli 2011
May 2011
13 posts
Sebuah Bintang Sebuah Matahari
Tengoklah ke langit luas
Apa yang kau lihat?
Seberkas cahaya
berkedip
Pernah ku tanya
siapa dan darimana mereka
dari sebuah negeri yang asing?
di sebuah tempat
sinar merah membara
panas dan berpijar
bola panas itu matahari
dan ketika malam tiba
dari tempatku yang jauh
bara api itu menjelma menjadi bintang
kerlipnya memenuhi langit
memesona
~May 25, 2011~
Tindarid
Perahu-perahu siap berlayar
bergerak menjauhi daratan
deburan ombak memecah kapal
langit luas penuh bintang
satu dua kerlip menemani para pelaut
cahayanya tak lindap dalam pekat malam
konon, seorang dewa mengangkat putra kembarnya ke langit
agar mereka tetap bersama
tak terpisahkan
dan menjadi pelindung para pelaut
~~ terinspirasi dari kisah Pollux dan Cator, simbol dari konstelasi...
Puisi #s1
pernahkah kau tau
rasanya sepi dan sendiri
serta getir yang melintas
kekelaman menerkam
kesedihan seperti tak usai
tapi manusia selalu punya cara,
untuk mengatasi kegelisahannya sendiri
~~ puisi ini terinspirasi dari kisah hidupnya Van Gogh. Kalimat terakhirnya sebelum dia bunuh diri adalah The sadness will last forever ~~ May 19, 2011
Apa pedulimu?
apa pedulimu jika jiwaku luka?
hatiku sesak
sedang kau tak peduli
sungguh tak peduli
apa yang bisa kusalahkan?
sedang tak ada yang salah
mungkin aku yang terlalu naif
atau bodoh?
mungkin sebaiknya aku hilang saja
lebur bersama kegelapan kosmik
~~May 18, 2011~~
untuk semua bentuk ketidakpedulian
Larik Tak Berpuisi #2
~ Serupa angin lesapkan embun, bayangmu hilang bersama waktu. ~
~ Di selasar hati kita bertemu, memagut rindu yang tak pernah usai. ~
~ Pada senja ia meluruh, tentang cinta yang hilang dan rindu yang pedar. ~
~ Hidup tidak pernah sama seperti juga senja yang selalu berganti. ~
~ Hujan turunlah, lumatkan segala getir yang ada. Barangkali, tetes air mampu meredam semua luka. ~
~ Apa yang...
titik
menatah mimpi
di dinding hati
pecah berderak
dada gemeratap
lesap
senyap
6 May 2011
Maya
Semalam aku bermimpi tentangmu
Tentang kita dan semua kenangan yang mengingatkanku akan dirimu
Semua tampak nyata, sebelum akhirnya memudar perlahan Kau, tahukah?
Aku tak pernah membiarkan diriku hanyut dalam sebuah perasaan yang tidak bernama ini
Aku benci setiap kali melihat sosokmu hadir dalam mimpi-mimpiku
Kau membuatku menangis diam-diam
Lucu
Entah apa yang kutangisi
Rasanya bukan...
Tanya
Kegelapan melingkupi sekelilingku Hanya desau angin bertiup lembut Kerlip bintang pun seakan enggan menampakkan sinarnya Ada tanya yang membuncah. Entah Resahku tak pernah lindap dalam putaran waktu Mengejar ke segala arah Aku harus bagaimana?
17 Desember 2010
Rindukah Kau?
Aku ingin meracau
tentang masa lalu
yang mungkin ingin kau pupus
aku tetap mengingat
Hanya dalam puisi
dalam larik tak bermakna
di sudut gelap
rindukah kau?
6 April 2011. 12.54 pm
Di sini
Masihkah kau percaya langit itu sunyi?
sedang bintang riuh berkejaran
dan bulan pun tak henti berputar
langit masih tampak kosong
malam lesapkan senyap
dingin gigilkan tubuh
Di sini, aku menunggumu
6 April 2011. 2.29 pm
Kata
Tak juga terlelap
Kata-kata berkelindan ke segala arah
Memenjarakanku
Aku tertawan oleh pesonamu, kau tahu itu?
Kata serupa rindu yang membuncah
Menari-nari di setiap hurufnya
Aku dan kata luruh dalam kebisuan
6 April 2011. 6.09 pm
Langit Malam
Malam ini langit bertabur bintang
dan bulan naik sepenggalah, kuning keperakan
Kau lihatkah, langit semakin gelap
dan kerlip bintang mewujud cemerlang
pendar cahayanya tak lindap dalam pekat malam
seperti juga aku yang mencintaimu,
selalu
6 April 2011 - 7.46 pm
Larik Tak Berpuisi #1
~ Gerimis. Adakah tetes hujanmu menderas siang ini? ~
~ Mencecap keheningan. Merasai hadir-Mu di penghujung malam.~
~ Matamu adalah langit malam, Membias dalam kelam. Aku luruh dalam dekap pelukmu. #langitmalam ~
~ Tiada menjadi ada dan kembali kepada ketiadaan. Aku dan Kamu. Lebur dalam kesunyian.~
~ Aku ingin bersamamu dalam dingin malam dan rintik hujan.~
~Mendekap dingin malam bersama rinai...
March 2011
1 post
February 2011
1 post
December 2010
1 post
Debu
Aku adalah debu
Debu bintang
Anak bintang
Yang muncul dari sebuah ketiadaan
Dan kembali dalam ketiadaan
@In
November 2010
1 post
October 2010
5 posts
Gerimis
Gerimis kecil malam ini Langit kelabu, kosong dan hampa Dimanakah para bintang bersembunyi? Dan kemanakah sang bulan bertahta?
Gerimis tak juga usai Seberkas cahaya datang membelah langit Meniupkan bunyi gemuruh memecah gelombang
Gerimis adalah hujan kecil-kecil Yang menyampaikan sapanya kepada semesta kepada semua yang ada di bumi
@In, 2010
Maha
Aku bertanya padaMu tentang sebuah cinta cinta yang tak mampu kupahami Aliran rasa yang tak mampu kusibak Terdiam dalam keheningan malam dan haru biru kesunyian semesta Munculkan Engkau dalam bayangku Dalam wujud yang sempurna
@In, 2010
Keabadian
Raga tak lagi menapak bumi Menyelam ke dalam samudera ruh Lepaskan ikatan gravitasi Menepis angin memecah awan Riuh bersama tarian bintang Memintasi milyaran galaksi Membidas cahaya inikah kebebasan? atau inikah keabadian?
@In, 2010
Cinta Sejati
Parasnya mampu membelokkan waktu
Matanya bagai kerlip bintang di langit
Senyumnya menawarkan kehangatan bagi jiwa yang sepi
Segala padanya membiusmu sampai ke langit tujuh
Dalam batas ruang dan waktu
Segalanya lenyap tak berbekas
Karena kesementaraan adalah milik bumi
Dan keabadian adalah hak sang empunya langit
Maka dimanakah cinta sejatimu?
@In, 2010