Untitled

Kata

Kenangan masa lalu itu memang muncul kembali.

Kadang tak sengaja terucapkan, dan kemudian sadar bahwa semuanya berbeda.

Tak ada yang salah, pun tak perlu kata andai.

Hanya satu tanyaku,

pernahkah dalam masa dan waktu aku tak bersamamu, kau pernah mengingatku, walau mungkin hanya sekejab?

~9 September 2009

Tak Suka

tak suka melihat kemunafikan di bumi ini.
Suara-suara dalam topeng kebaikan semu memamerkan keburukan di belakangnya.
saling berkejaran memburu simpati
yang kosong tanpa makna.
masih adakah dan terus ada
semua kebohongan itu.
tapi akan selalu ada kebaikan sejati
di tengah kehancuran sekalipun.
wujudnya yang sendiri senantiasa menghangatkan, untuk diri yang lelah dan sepi.
karena lakon tak pernah berhenti
dan perjuangan belumlah usai.

~7 Oktober 2009

Bicara agama katamu

soal baik dan benar

pahala dan dosa

menyitir ayat suci tak pernah lupa

beribadat ritual selalu pertama

Tapi,

hatimu kotor

tanganmu berselimutkan lumpur

jiwamu tak terpuaskan

Entah, setan apa yang ada di kepala

Mungkin sebenarnya Kau tak lagi punya jiwa

Hampa…

Mati

Rindu

Mengapa manusia dianugerahi rasa rindu? Aku kira karena ruh manusia selalu berusaha mencari jiwa sejatinya, tempat bermula ia dihadirkan sebelum ia mewujud dalam bentuk daging, darah dan tulang.

Kerinduan pada sesuatu yang tak terungkap namun terasa dalam setiap detak dan aliran darah.

Larik Puisi #3

Hujan meniupkan kerinduan yang gigil, menderas menuju palung hatimu

Cinta itu kekasih, tak mengenal bentuk. Yang ia tahu, debar itu untukmu

Ada yang menggurat di sudut hati, saat langkah kita tak lagi satu

Angin berlari menerabas pucuk-pucuk daun, sisakan lembar daun berguguran, seperti aku yang kehilanganmu

Langit menggelap dan kerinduanku meriap bersama malam yang semakin pekat

Hujan tumpah ruah seperti rinduku yang membuncah, untukmu …

Diam #2

Aku ingin bicara

berdua .. denganmu

tak perlu kata

hadirkan saja hatimu

cukup hatimu untukku sepenuhnya

tak kau dengarkah?

aku menunggumu…

Diam #1

….

….

….

Begitulah kita, hanya titik-titik

Kosong

Apa yang sedang aku perjuangkan?

Rasanya tak ada

sejak kau tak benar-benar menginginkanku

ah, aku salah

mungkin dulu

entah sekarang pun yang akan datang

Keluhku, Ibu

Kemarin aku menangis di pelukanmu, Ibu

menuang segala rasa yang tak lagi mampu kutahan

katamu aku tak boleh menyesali segalanya

katamu aku harus selalu tabah dan tegar

Namun dadaku sesak

Hatiku perih

Mengapa aku tak bisa memaafkan?

Mungkin luka itu sudah tak mampu lagi kubendung

Tentang Suatu Masa

Berapa lama waktu memisahkan kita? 20? 25 tahun? mungkin juga lebih.

Sungguh bukan waktu yang sebentar.

Sudut sekolah, jalan-jalan menuju pulang dan pergi serta wajah teman-teman dan keriangan masa kecil terkadang melintas dalam mimpi malam hari.

Ada masa di mana hati kita menjadi lebam. Terluka dan dilukai. Namun ada juga kenangan indah, manis, dan tak terlupakan.

Kita adalah kanak yang ingin menjadi dewasa lebih awal

membenci kesendirian dan membutuhkan teman

mencari jati diri sepenuhnya

melalui kawan dan pertemanan

dengan buku dan kesunyian

melewati kekecewaan dan penolakan

Hidup kemudian mengajarkan arti dewasa yang sesungguhnya

untuk aku, untuk kamu

Kawan, tak selamanya kita searah dan sejalan

Namun persahabatan tidak pernah mengingkari apa yang telah kita tanam

Di manapun aku dan kamu berada, selamanya kita akan bersama

dalam sebuah ingatan, yang bernama kenangan.